jpnn.com - JAKARTA — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dinilai bisa membangun poros alternatif pada Pemilihan Presiden 2029 apabila Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali maju berpasangan di kontestasi lima tahunan itu.
Peneliti senior Citra Institut Efriza kepada JPNN, Sabtu (21/8), mengatakan bahwa PDIP tidak akan sekadar mengandalkan mesin partai untuk menghadapi kontestasi tersebut, tetapi sudah mempersiapkan dan membidik figur-figur potensial.
Menurut Efriza, salah satu nama yang dinilai rasional untuk dipertimbangkan PDIP sebagai calon presiden ialah Pramono Anung.
Efriza menilai kinerja Pramono sebagai gubernur DKI Jakarta dapat menjadi modal politik, terutama jika geliat pembangunan terus terlihat hingga menjelang Pilpres 2029.
“Pramono Anung paling rasional dipertimbangkan sebagai calon presiden, sementara Puan Maharani potensial sebagai calon wakil presiden,” kata kata Efriza kepada JPNN.com, Jumat (21/8).
Meski demikian, Efriza menilai PDIP kemungkinan tidak akan membatasi diri hanya pada kader internal untuk kontestasi Pilpres 2029 mendatang.
Menurut dia, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu dapat membuka peluang menggandeng figur eksternal yang memiliki daya elektoral kuat.
Salah satu nama yang kemungkinan kembali masuk kalkulasi PDIP ialah Anies Baswedan.






















































