jpnn.com, MANGGARAI TIMUR - Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP APERSI) melalui program APERSI Peduli Bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) menuntaskan penyaluran bantuan tahap pertama untuk masyarakat terdampak bencana.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas APERSI terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Wakil Ketua Umum APERSI, Adi Dharma mengatakan penggalangan dana tahap awal mulai dilakukan sejak 15 Agustus 2026, dengan penyaluran tahap pertama difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak besar, serta memiliki jumlah korban meninggal yang tinggi.
Adi menuturkan bantuan ini melampaui target yang direncanakan, mencapai 9 titik lokasi bencana.
"Rencananya hanya disalurkan di 6 titik, namun kita berhasil memperluas menjadi 9 titik distribusi dengan cara pemetaan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan," ujar Adi.
Distribusi mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai, antara lain Kampung Wudi, Gapong, Gumbang, Waepesi, dan Ngorang, serta Kampung Saterteu di Kabupaten Manggarai Timur.
Adi menambahkan, hingga rapat evaluasi pada 22 Agustus 2026, dana yang berhasil dihimpun APERSI tercatat sekitar Rp250 juta.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp100 juta telah digunakan untuk pelaksanaan penyaluran bantuan tahap pertama.






















































