bali.jpnn.com, DENPASAR - Liga Indonesia sangat kejam, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga pelatih.
Belum juga setengah kompetisi Super League 2025-2026 bergulir, sejumlah klub memecat pelatihnya dengan berbagai alasan.
Yang terakhir adalah pelatih Persebaya Eduardo Perez yang berakhir kontraknya di tengah jalan setengah skuad Bajol Ijo dipaksa bermain imbang oleh Arema FC.
Sebelumnya, kasus serupa menimpa Mario Lemos (Persijap), Alfredo Vera (Madura United) dan Eduardo Almeira (Semen Padang).
Nasib Peter de Roo bersama Persis Solo juga diujung tanduk setelah posisinya digantikan caretaker Tithan Suryata.
Melihat performa Bali United sekarang ini, posisi Johnny Jansen dalam bahaya.
Bagaimana tidak, dalam 12 pertandingan Super League 2025-2026, Johnny Jansen hanya bisa mengantarkan Bali United meraih tiga kali menang, lima kali seri dan empat kali kalah.
Performa buruk Bali United membuat suporter kecewa dan marah.



















































