Pemadaman Bromo Terkendala Kabut, Helikopter Super Puma Sempat Tak Bisa Terbang

4 hours ago 18

Selasa, 11 Agustus 2026 – 14:31 WIB

Pemadaman Bromo Terkendala Kabut, Helikopter Super Puma Sempat Tak Bisa Terbang - JPNN.com Jatim

Petugas gabungan memantau kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo menghadapi sejumlah kendala.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan salah satu kendala utama dalam operasi pemadaman melalui udara ialah faktor cuaca berupa kabut. Kabut membatasi jarak pandang sehingga operasional helikopter yang dikerahkan untuk melakukan water bombing di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak dapat berjalan maksimal.

Emil mengatakan pada Senin (10/8) terdapat dua helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikerahkan untuk mendukung pemadaman, yakni PK-DAP dan PK-DAN. Helikopter PK-DAP memiliki kapasitas angkut air 1.000 liter dalam sekali sorti dan telah melakukan empat kali water bombing.

Sementara itu, helikopter PK-DAN yang merupakan jenis Super Puma memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter dalam sekali sorti.

Menurut Emil, helikopter Super Puma tersebut telah melakukan lima kali rit pengambilan air dengan total 20 ribu liter. Namun, operasional helikopter sempat dihentikan pada siang hari karena kabut mengganggu jarak pandang.

"Ini sudah 5 rit. Jadi, total 20.000 liter. Namun, pada kisaran pukul 14.00 WIB karena kabut, bukan asap dari kebakaran, tetapi karena kabut mereka harus kembali ke Malang," kata Emil dalam sebuah tayangan televisi, Senin (10/8) malam.

Selain kabut, keterbatasan operasional helikopter pada malam hari juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Emil mengatakan saat malam tiba, petugas di lapangan harus mengandalkan penanganan secara manual untuk mencegah api terus meluas.

"Jadi, helikopter tidak bisa beroperasi di malam hari. Sedangkan di malam hari ini kita juga harus terus memukul mundur api ya, api harus dipukul mundur," ujarnya.

Pemadaman kebakaran Bromo terkendala kabut yang mengganggu jarak pandang. Helikopter Super Puma BNPB bahkan sempat kembali ke Malang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |