jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli, Staphylococcus, dan Salmonella typhi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan ketiga bakteri tersebut ditemukan terutama pada lauk yang disajikan dalam menu MBG. Lauk yang diperiksa antara lain rendang ayam dan telur puyuh.
“Hasil keracunan pangan kemarin di SMK Negeri 6 Semarang, bakteri E. (Escherichia, red) coli positif, Staphylococcus positif, kemudian Salmonella positif terutama pada lauk,” kata Hakam ditemui JPNN.com di Balai Kota Semarang, Selasa (11/8).
Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut telah dikirimkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Hasil pemeriksaan tersebut juga menjadi bahan evaluasi dalam rapat Satgas MBG Kota Semarang. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
Dalam rapat tersebut, Hakam mendorong pemeriksaan mikrobiologi dilakukan secara rutin terhadap menu MBG.
“Kami minta ke depan ada pemeriksaan mikrobiologi setiap hari. Dari sekian keracunan di Kota Semarang untuk pemeriksaan kimia negatif semua. Misalnya formalin, boraks, kemudian zat pewarna, negatif semua,” ujar Hakam.















































.jpeg)


