jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar simulasi pemungutan suara berbasis elektronik (e-voting) sebagai bagian dari tahapan sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.
Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pilkades mendatang berlangsung lancar, tertib, dan sukses.
Simulasi dilaksanakan di Aula KH. Noer Alie, lantai empat Gedung Bupati Bekasi, dan dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Bekasi, camat, serta perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi, Iman Santoso, mengatakan pilkades merupakan momentum penting dalam memperkuat demokrasi di tingkat desa sekaligus melahirkan pemimpin yang mampu mendorong kemajuan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik.
“Pilkades menjadi momentum penting dalam memperkuat demokrasi di tingkat desa sekaligus melahirkan pemimpin yang mampu mendorong kemajuan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik,” ujar Iman.
Ia menjelaskan, masa jabatan kepala desa di 154 desa akan berakhir pada 28 September 2026. Oleh karena itu, diperlukan persiapan matang agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui proses pemilihan yang demokratis, diharapkan terpilih kepala desa yang amanah, berintegritas, serta mampu menjaga kondusivitas wilayah.

















































