jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah mempercepat pengembangan dimethyl ether (DME) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG). DME bahkan telah masuk dalam daftar proyek prioritas hilirisasi nasional dan direncanakan mulai digarap pada tahun ini di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sementara sekitar 75 persen kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia paada 2024 mencapai USD 3,8 miliar atau setara Rp 64,1 triliun (kurs Rp 16.888 per dolar AS).
Dari jumlah itu, impor dari Amerika Serikat mendominasi dengan nilai sekitar USD 2,03 miliar, atau 53 persen dari total. Adapun Qatar menyumbang sekitar 11 persen dan Uni Emirat Arab 10 persen.
Besarnya ketergantungan tersebut membuat pasokan LPG domestik rentan terhadap dinamika pasar energi global, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia.
Menurut Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, pengembangan DME menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Dia mengatakan konflik di Timur Tengah dapat mengganggu distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.
“Ketika terjadi eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak maupun gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati Selat Hormuz, ini menjadi alasan kuat kenapa kita perlu melakukan hilirisasi batu bara menjadi DME,” ujar Bambang.
Dia menuturkan bahwa pengembangan DME merupakan salah satu upaya mencari sumber energi substitusi yang dalam jangka panjang dapat menggantikan sebagian kebutuhan LPG impor. Selain mendukung ketahanan energi, pengembangan DME juga berpotensi membuka pasar baru bagi batu bara berkalori rendah. Indonesia dinilai memiliki modal sumber daya untuk mengembangkan industri tersebut.





















































