jpnn.com, JAKARTA - Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si. sebagai Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik.
Pengukuhan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Satya Negara Indonesia itu menjadi momentum bersejarah sekaligus pengukuhan Guru Besar pertama bagi USNI.
Prof. Yusriani dalam orasi ilmiahnya menyoroti keterkaitan strategis antara bonus demografi Indonesia, peran Generasi Z, serta urgensi transisi menuju energi hijau di tengah krisis lingkungan global.
Prof. Yusriani menjelaskan, Indonesia saat ini berada pada fase sejarah yang sangat krusial dengan hadirnya bonus demografi. Sekitar 69,5 persen penduduk berada pada usia produktif dan diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 2030–2035.
Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang emas yang hanya terjadi sekali dalam sejarah sebuah bangsa.
“Bonus demografi bukanlah jaminan otomatis menuju kemajuan. Ia hanya akan menjadi kekuatan pembangunan jika diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan lapangan kerja produktif, dan kebijakan pembangunan yang berorientasi jangka panjang,” jelas Prof. Yusriani dalam orasi ilmiah berjudul “Dari Potensi Menuju Prestasi: Mengoptimalkan Bonus Demografi dan Semangat Generasi Z untuk Transisi Energi Hijau yang Berdampak, Jumat (23/1).
Dia mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan yang tepat, bonus demografi justru berpotensi berubah menjadi beban demografi, ditandai dengan meningkatnya pengangguran terdidik, ketimpangan sosial, hingga risiko aging before rich atau penuaan penduduk sebelum tercapai kesejahteraan ekonomi.
Prof. Yusriani menekankan posisi strategis Generasi Z sebagai kelompok usia produktif yang mendominasi struktur demografi Indonesia.






















































