jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait polemik rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk menunjang Koperasi Merah Putih.
Purbaya memastikan, rencana impor 105.000 oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tidak akan membebani kondisi fiskal negara.
Sebab, Kopdes Merah Putih memperoleh pembiayaan melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kemudian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mencicil kewajiban pinjaman tersebut sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.
"Jadi, untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal," ujar Purbaya dikutip Selasa (24/2).
Purbaya menjelaskan pembayaran cicilan dilakukan dengan mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang setiap tahun sudah dianggarkan dalam belanja negara.
“Dengan demikian, yang berubah hanyalah mekanisme penyaluran anggaran, bukan penambahan beban baru,” kata dia.
Sebelumnya, Agrinas berencana mengimpor sekira 105.000 kendaraan niaga dari India dengan nilai total mencapai Rp 24,66 triliun.




















































