jpnn.com, JAKARTA - Peredaran narkotika dan barang ilegal yang kian kompleks menuntut pengawasan yang tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.
Keterbatasan kewenangan dan cakupan tiap instansi membuat sinergi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak agar penindakan lebih efektif dan perlindungan masyarakat semakin optimal.
Upaya memperkuat kolaborasi tersebut dilakukan Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) melalui courtesy call ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan pada Rabu (1/4).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagsel Martha Octavia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNNP Sulsel Kombes Agung Prabowo atas sinergi dan koordinasi yang telah berjalan, khususnya dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Kedua pihak juga menekankan pentingnya keberlanjutan dan peningkatan kolaborasi untuk menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang.
Di Banda Aceh, langkah penguatan sinergi juga dilakukan Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Rizki Baidillah melalui rangkaian kunjungan koordinasi perdana pada Kamis (2/4).
Kunjungan ini menyasar sejumlah pemangku kepentingan strategis, mulai dari Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Kodam Iskandar Muda, hingga Pemerintah Aceh.




















































