jpnn.com, SURABAYA - Banyak orang melihat Akademi Angkatan Laut sebagai tempat mencetak prajurit. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melihatnya lebih dari itu.
Di hadapan keluarga besar Akademi Angkatan Laut, AHY menggambarkan sosok perwira masa depan yang harus lahir dari Bumi Moro: bukan hanya petarung, tetapi juga pemimpin, pemikir strategis, dan diplomat bangsa.
Menurut AHY, dunia yang akan dihadapi generasi muda TNI Angkatan Laut jauh lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya.
Persaingan geopolitik, perkembangan teknologi, keamanan maritim, hingga dinamika ekonomi global menuntut kualitas kepemimpinan yang berbeda.
Karena itu, para taruna tidak cukup hanya dibekali kemampuan militer.
“Tadi saya menitipkan pesan bahwa para taruna dididik dan dilatih dengan keras di sini untuk menjadi warrior, menjadi leader, menjadi strategist, dan juga diplomat,” ujar AHY.
Bagi AHY, seorang perwira harus memiliki keberanian untuk bertempur ketika negara memanggil.
Namun pada saat yang sama, ia juga harus mampu memimpin organisasi, membaca perubahan strategis dunia, serta membangun komunikasi dengan bangsa-bangsa lain.





















































