jpnn.com, JAKARTA - Platform investasi multi-aset, Pluang, resmi meluncurkan fitur Short Options (jual kontrak options) untuk perdagangan saham Amerika Serikat pada hari ini, Kamis (22/1/2026).
Peluncuran ini menjadikan Pluang sebagai pionir yang memfasilitasi perdagangan strategi opsi tingkat lanjut tersebut bagi investor di Indonesia.
Langkah ini diambil guna merespons pesatnya pertumbuhan pasar options global. Berdasarkan data OCC dan Cboe tahun 2025, volume transaksi opsi AS mencatatkan rekor hingga 15,2 miliar kontrak.
Hadirnya fitur ini diharapkan dapat membantu investor Indonesia melakukan manajemen risiko sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan melalui strategi income.
Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, menjelaskan bahwa fitur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader Indonesia akan perangkat perdagangan yang lebih canggih dalam ekosistem multi-asset pro workflow.
"Melalui peluncuran fitur short options, Pluang mempertegas komitmennya sebagai aplikasi investasi terdepan yang terus berinovasi untuk memaksimalkan potensi keuntungan pengguna," ujar Andreas dalam keterangan resminya.
Melalui Short Options, investor kini dapat bertindak sebagai penjual kontrak opsi pada saham-saham Big Tech seperti Nvidia (NVDA), Tesla (TSLA), dan Alphabet (GOOG).
Berbeda dengan pembeli opsi (long), penjual opsi (short) akan menerima premi secara tunai di awal transaksi. Strategi ini memungkinkan investor mengoptimalkan portofolio yang sudah ada melalui teknik seperti Covered Call dan Cash-Secured Put.





















































