jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Polda Jabar akan melakukan penjemputan 13 perempuan yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penjemputan rencananya dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026) ini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para korban berasal dari Bandung, Indramayu, dan Cianjur. Identitasnya adalah IN (18), GAT (20), YAP (23), PN (20), BSN (21), SS (31), CN (25), JTP (18), DO (19), R (22), TRA (21), SK (29), dan N (20).
“Benar, Polda Jabar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan penjemputan terhadap 13 korban dugaan tindak pidana perdagangan orang," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam keterangannya.
Hendra menuturkan, Polda Jabar telah berkoordinasi dengan Polres Sikka dan Polda NTT terkait penanganan kasus ini. Fokus utamanya adalah memastikan kondisi para korban dalam keadaan aman serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan saat proses pemulangan.
Dia menuturkan, terungkapnya kasus ini berawal dari respon cepat Polres Sikka mendapati unggah video di media sosial di mana karyawan tempat karaoke mengalami ancaman fisik dan serangan verbal. Tim kepolisian kemudian langsung melakukan razia di lokasi tersebut.
Hasilnya, ditemukan 13 warga Jawa Barat yang berasal dari Bandung, Bandung Barat, Purwakarta, dan Cianjur bekerja di sana. Mayoritas sudah berusia dewasa di atas 17 tahun, tapi tim di lapangan masih mendalami adanya indikasi pekerja di bawah umur.
"Berdasarkan pendalaman awal, ditemukan pola yang merugikan para pekerja di mana ada iming-iming gaji tinggi sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan. Mereka juga pakai sistem utang atau ikatan, di mana biaya transportasi dan akomodasi dari awal sudah diperhitungkan sebagai beban pekerja oleh pemilik pub," tuturnya.
Polda Jabar bersama Pemerintah Daerah tengah menyusun strategi pemulangan yang matang. Kapolda melalui unit PPA memastikan agar pemulangan ini berjalan lancar tanpa mengganggu proses penyidikan yang sedang berlangsung di Sikka.

















































