jpnn.com, MAKASSAR - Kepolisian memeriksa nakhoda dan sembilan anak buah kapal (ABK) KM Nurul Salsa guna mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal penumpang tersebut di perairan Selayar bagian barat Pulau Polassi.
"Saat ini kami telah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda dan ABK (anak buah kapal)," kata Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu.
Didid menjelaskan nakhoda dan sembilan ABK diperiksa secara intensif oleh penyidik unit Reskrim Polsek Pasimasunggu, Kecamatan Pasimasunggu, oleh personel gabungan BKO Polres Kepulauan Selayar, serta personel Satuan
Reskrim dan Satuan Polairud Polda Sulsel.
"Pemeriksaan ini adalah bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, serta memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas," paparnya.
Selain pemeriksaan, personel gabungan telah mendata ulang jumlah riil penumpang dan mencocokan data manifes, laporan keluarga, serta identitas korban yang telah ditemukan maupun yang masih dalam pencarian.
Kapolres menegaskan penanganan musibah KM Nurul Salsa dilakukan melalui dua pendekatan secara bersamaan, yakni mendukung penuh operasi kemanusiaan di lapangan serta melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kecelakaan.
“Fokus kami saat ini adalah membantu proses pencarian korban bersama seluruh unsur SAR, sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Kami juga terus melakukan verifikasi data korban agar informasi disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Didid menegaskan.
Operasi SAR pencarian korban KLM Nurul Salsa masih terus berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Sat Polairud, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.






















































