Prabowo Diam Setelah Ali Khamenei Tewas, Peneliti CSIS Singgung Konsekuensi Terikat di BoP

2 hours ago 14

Prabowo Diam Setelah Ali Khamenei Tewas, Peneliti CSIS Singgung Konsekuensi Terikat di BoP

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2). Foto: dokumentasi Biro Pers Istana

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Departemen Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Dominique Nicky Fahrizal menyebut dua skenario bisa dibaca dari sikap Presiden RI Prabowo Subianto yang diam terhadap tewasnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Pertama, kata dia, Prabowo tampak menerapkan kehati-hatian maksimal membuat pernyataan seusai Indonesia merapat ke Board of Peace (BoP).

"Pertama, terdapat kehati-hatian tingkat tinggi dalam mengkalkulasi risiko apabila Indonesia memberikan pernyataan terbuka selaku anggota BoP," kata Nicky melalui layanan pesan, Rabu (4/3).

Diketahui, Ali Khamenei tewas dalam agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) bersama Israel pada Sabtu (28/2).

Indonesia di sisi lain menjadi negara anggota BoP bersama Israel yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

Menurut Nicky, sikap Prabowo yang diam terhadap tewasnya Ali Khamenei bisa jadi konsekuensi setelah Indonesia merapat ke BoP.

"Kedua, ketiadaan sikap tegas ini bisa jadi merupakan konsekuensi logis dari posisi tawar Indonesia yang terikat oleh konsensus di dalam BoP," ujarnya.

Menurutnya, fleksibilitas politik luar negeri bebas aktif dari sebuah negara sangat bergantung pada kompas moral dan visi pemimpin. 

Peneliti Departemen Politik CSIS Dominique Nicky Fahrizal sikap Prabowo yang diam terhadap tewasnya Ali Khamenei bisa jadi konsekuensi terkait BoP.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |