Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Canisius Expo 2026, di sekolah Kolese Kanisius, Menteng, Sabtu (29/8). Foto: Pemkot Jakpus
KabarJakarta.com – Jakarta dibangun dari keberagaman. Beragam agama, etnis, budaya, dan latar belakang masyarakat hidup berdampingan di kota yang terus berkembang menjadi pusat berbagai aktivitas nasional dan internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai keberagaman tersebut harus terus dijaga karena menjadi bagian penting dari karakter Jakarta sebagai kota yang inklusif, multikultur, dan multietnik.
Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Canisius Expo 2026 di Jakarta, Sabtu (30/8). Menurutnya, sebagai pemimpin Jakarta, dirinya memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh warga tanpa membedakan latar belakang.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya harus menjadi Gubernur buat semua kelompok, semua agama, semua golongan, dan semua etnis,” kata Pramono di Jakarta, Sabtu (30/8).
Ia melihat keberagaman yang hadir dalam Canisius Expo 2026 menjadi gambaran kecil tentang Jakarta yang terbuka bagi semua kelompok masyarakat. Menurut Pramono, semangat tersebut penting dipertahankan seiring dengan posisi Jakarta yang terus memperkuat perannya sebagai kota global.
Bagi Pramono, Jakarta tidak akan menjadi kota global hanya karena pembangunan fisik dan kemajuan ekonominya. Kota tersebut juga harus mampu menciptakan ruang bagi masyarakat dengan berbagai identitas untuk tumbuh dan berkontribusi.
“Sehingga kerja sama, kolaborasi, di Jakarta sebagai kota global. Ibu kota negara, kota yang inklusif, menurut saya akan membuat Jakarta menjadi semakin kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi Kolese Kanisius melalui para alumninya. Ia menyebut banyak alumni sekolah tersebut yang telah berkiprah di berbagai bidang dan memberikan kontribusi bagi Jakarta maupun Indonesia.
Keberadaan sekolah unggulan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik. Pendidikan juga menjadi bagian dari proses menyiapkan generasi yang kelak dapat mengambil peran di tengah masyarakat.
Semangat kolaborasi juga terlihat dari rencana revitalisasi halte yang berada di depan kampus Kolese Kanisius. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh alumni dengan melibatkan Pemprov DKI Jakarta.
Pramono menyetujui rencana tersebut selama perbaikan halte memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Pemerintah juga akan membuka pelican crossing di lokasi itu untuk membantu meningkatkan keselamatan siswa dan warga ketika menyeberang jalan.
“Kalau diberi nama Halte Kanisius kemudian diperbaiki oleh para alumni, selama itu untuk kepentingan publik, saya memberikan persetujuan,” ujarnya.
Sementara itu, Canisius Expo 2026 mengusung tema Innovating for Human Dignity. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kreativitas, mengasah kompetensi, sekaligus membangun karakter dalam rangkaian menuju 100 tahun Kolese Kanisius.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tarian kolosal “Penjaga Rimba Borneo” yang melibatkan 492 siswa. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari ekspresi seni dan kreativitas siswa dalam kegiatan tersebut.
Selain seni, Canisius Expo 2026 menghadirkan kompetisi akademik, olahraga, Education Fair, Talent Spotting, serta berbagai kegiatan yang memperkenalkan perguruan tinggi, pilihan jurusan, karier, dan beasiswa.
Pramono berharap pengalaman yang diperoleh para siswa tidak berhenti pada kemampuan akademik. Ia mendorong mereka terus mengembangkan kompetensi dengan tetap memegang nilai kemanusiaan dan semangat pengabdian.
“Dengan demikian, ilmu dan kemampuan yang dimiliki bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, serta turut membawa Jakarta dan Indonesia semakin maju,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan Jakarta yang semakin cepat. Kemajuan kota, menurut Pramono, perlu berjalan beriringan dengan kemampuan warganya untuk menghargai perbedaan dan bekerja sama.
Dari ruang pendidikan seperti Canisius Expo, semangat itu dapat tumbuh sejak dini: menjadi generasi yang memiliki kemampuan, tetapi tetap memahami bahwa pengetahuan dan prestasi pada akhirnya harus memberi manfaat bagi kehidupan bersama.

2 hours ago
24

















































