Presiden Lebanon Tegaskan Perdamaian Abadi dengan Israel Adalah Prioritas Utama

6 hours ago 13

Presiden Lebanon Tegaskan Perdamaian Abadi dengan Israel Adalah Prioritas Utama

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bendera Lebanon. Foto: dok Wikipedia

jpnn.com, WASHINGTON DC - Mengakhiri permusuhan antara Lebanon dan Israel adalah tujuan utama Beirut, kata Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Selasa (21/7).

Aoun telah melakukan kunjungan resmi ke Washington sejak Minggu (19/7), yang mencakup pembahasan dengan pemerintah AS mengenai isu-isu terkait penyelesaian konflik dan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.

"Saya sungguh ingin berterima kasih kepada Presiden Trump dan timnya atas kunjungan bersejarah ini serta atas pencapaian bersejarah yang kita raih bersama melalui penandatanganan kerangka kerja yang bertujuan mengakhiri keadaan permusuhan antara Lebanon dan Israel untuk selamanya," ujar Aoun di Gedung Putih.

"Sudah saatnya bagi Lebanon dan seluruh kawasan ini untuk menjadi stabil dan aman," tambahnya.

Aoun menambahkan bahwa Beirut akan mematuhi perjanjian kerangka kerja yang sebelumnya dicapai dengan Israel, yang menurutnya tidak akan memicu perang saudara di Lebanon.

Perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani Lebanon dan Israel di Washington pada 26 Juni mengatur pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan negara itu serta pelucutan senjata Hizbullah.

Proses tersebut akan dimulai di zona percontohan yang menjadi lokasi penarikan pasukan Israel.

Meskipun demikian, Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon hampir setiap hari dan mempertahankan kehadiran militer di wilayah selatan, yang menyebabkan sebagian besar penduduk setempat terpaksa mengungsi. (ant/dil/jpnn)

Mengakhiri permusuhan antara Lebanon dan Israel adalah tujuan utama Beirut, kata Presiden Lebanon Joseph Aoun


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |