jpnn.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melibatkan militer menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melawan mafia migas.
Menurutnya, upaya pemerintah dalam memberantas mafia migas dinilai memasuki fase yang semakin tegas dan strategis.
Dia menjelaskan langkah Presiden Prabowo yang menugaskan TNI untuk menjaga kilang-kilang minyak dipandang sebagai sinyal kuat bahwa negara tidak lagi memberi ruang bagi kelompok mafia yang selama ini mengganggu sektor energi.
“Penugasan militer menjaga kilang minyak menandai kepercayaan Presiden pada TNI yang cukup tinggi, sejalan juga dengan kepercayaan publik yang dalam catatan IPO juga sangat tinggi. Mereka dianggap mampu jalankan tugas khusus semacam ini, terlebih bidang Migas tanah air sedang dalam situasi yang cukup diperhatikan," kata Dedi saat dihubungi, Rabu (26/11).
"Ini sekaligus menandai keseriusan Presiden melawan mafia migas, sekaligus menjaga agar migas tanah air benar-benar berada dalam kendali pemerintah,” lanjutnya.
Menurut Dedi, kekuatan mafia migas bukanlah fenomena baru. Jaringan mereka telah hadir lintas pemerintahan dan kerap berusaha mempengaruhi kebijakan energi nasional.
“Mafia migas selama ini cukup kuat, tidak saja era Jokowi dan Prabowo, bahkan sejak SBY sekalipun keberadaan dan aktivitas mereka sudah ada," kata Dedi.
"Kali ini, Presiden punya kesadaran dan keberanian lakukan perlawanan, salah satunya dengan melibatkan TNI, ini bisa dianggap langkah sangat serius dan potensial,” lanjutnya.






















































