jpnn.com, JAKARTA - Rendahnya kesadaran perempuan Indonesia untuk melakukan skrining kesehatan rutin masih menjadi tantangan besar.
Banyak perempuan cenderung baru memeriksakan diri saat gejala penyakit sudah muncul, padahal deteksi dini adalah kunci krusial untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius.
Merespons tantangan tersebut, Prodia meluncurkan kampanye edukasi bertajuk “She Thrives: A Road to Better Health”.
"Langkah ini bertujuan mendorong perempuan untuk lebih mengenal kondisi tubuhnya serta mengambil keputusan kesehatan yang lebih bijak sejak dini," kata Perwakilan Prodia, Dr. Mona Yolanda, MSi, Selasa (21/4).
Pentingnya inisiatif ini tercermin dari data Globocan 2020, di mana kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi perempuan di Indonesia, dengan angka kasus baru mencapai 36 ribu jiwa dan lebih dari 20 ribu kematian per tahun.
"Seiring perkembangan teknologi, skrining kesehatan kini jauh lebih akurat melalui pendekatan berbasis molekuler," ujarnya.
Metode ini menganalisis materi genetik atau DNA untuk mendeteksi virus, infeksi, maupun faktor risiko kesehatan sejak tingkat biologis paling awal.
Pemeriksaan yang kini direkomendasikan bagi perempuan antara lain tes HPV DNA untuk mendeteksi virus pemicu kanker serviks secara presisi, pemeriksaan infeksi menular seksual atau STI yang seringkali tidak bergejala, hingga analisis nutrisi untuk mendukung kesehatan reproduksi dan daya tahan tubuh secara menyeluruh.


















































