jateng.jpnn.com, KENDAL - Upaya menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak cukup hanya mengandalkan pemerintah.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama agar program ini benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Muh Haris saat sosialisasi MBG yang digelar di GOR Rajawali, Sukodono, Kabupaten Kendal, Jumat (13/3).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendorong pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
Dalam pemaparannya, Muh Haris menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar kebijakan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas pangan berkualitas.
“Program ini adalah manifestasi kehadiran negara dalam memastikan masyarakat mendapatkan makanan sehat dan bergizi,” tegasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa program sebesar ini tidak bisa berjalan dalam ruang hampa. Ada banyak variabel sosial, ekonomi, hingga distribusi yang harus dijahit secara rapi.
Karena itu, Muh Haris mendorong adanya kolaborasi multi-helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat sipil.


















































