jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji matang ketika hendak membuat kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Diketahui, Purbaya membuka opsi menaikkan harga BBM bersubsidi jika tarif minyak dunia melonjak demi menjaga keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Menkeu harus hati-hati dalam mengambil keputusan," kata Kholid melalui layanan pesan, Senin (9/3).
Sebab, kata legislator fraksi PKS itu, langkah menaikkan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada lonjakan biaya berbagai sektor lain.
Menurut Kholid, ini akan makin memukul daya beli masyarakat Indonesia, padahal mayoritas sumber pertumbuhan Tanah Air akibat konsumsi masyarakat.
"Kalau daya beli tertekan makan pertumbuhan ekonomi juga terdampak," ujar dia.
Kholid menuturkan sebaiknya Purbaya meninjau ulang postur anggaran APBN yang masih memungkinkan dilakukan efisiensi dan realokasi ketimbang menaikkan BBM.
"Beliau bisa melakukan adjustment terkait program-program pemerintah yang masih bisa diefisiensikan atau direalokasi," kata dia.




















































