jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan nilai tukar rupiah seharusnya menguat karena fundamental perekonomian nasional menunjukkan kinerja yang kuat.
Rupiah pada penutupan perdagangan Senin (17/3) bergerak melemah 39 poin atau 0,23 persen menjadi Rp 16.997 per USD dari sebelumnya yang tercatat Rp 16.958 per USD.
“Kalau ekonomi lagi lari kencang, makin kencang, harusnya fundamentalnya baik. Kalau normal, rupiah harusnya menguat,” kata Purbaya dikutip Selasa (17/3).
Kendati demikian Purbaya menyerahkan strategi intervensi rupiah kepada Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Purbaya ogah berkomentar lebih jauh untuk menghindari spekulasi intervensi pemerintah terhadap kebijakan moneter.
“Saya enggak tahu kenapa (rupiah, red) melemah. Anda harus tanyakan ke bank sentral. Karena, tanggung jawab bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar,” tutur Purbaya.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan tekanan terhadap rupiah karena adanya peningkatan permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 16.990 per USD dari sebelumnya Rp 16.934 per USD.




















































