jatim.jpnn.com, PACITAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menangani kasus diare massal yang menimpa ratusan warga di Kecamatan Sudimoro dalam rentang 12–19 Januari 2026. Dari ratusan laporan yang masuk, 42 warga harus mendapat penanganan medis secara intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Daru Mustikoaji mengatakan laporan awal diperoleh dari pemantauan petugas surveilans puskesmas berdasarkan pengaduan masyarakat dan wali murid melalui pihak sekolah.
"Dari total laporan yang masuk, hanya 42 kasus yang benar-benar membutuhkan penanganan medis. Seluruh pasien tersebut kini telah dinyatakan sembuh," kata Daru, Sabtu (24/1).
Dia menjelaskan sebagian besar laporan berupa keluhan ringan, seperti mual dan muntah tanpa disertai diare akut. Pendataan dilakukan secara masif untuk memperoleh gambaran awal kondisi epidemiologis di wilayah terdampak.
Menurut Daru, peningkatan kasus gangguan pencernaan mulai terdeteksi pada Senin (12/1) dan mencapai puncaknya pada Senin (19/1). Kelompok usia rentan, terutama balita dan anak sekolah, menjadi kelompok yang pertama terdampak.
"Pendataan menyeluruh ini kami lakukan agar intervensi yang diambil tepat sasaran dan mampu mencegah penyebaran lebih lanjut," jelas.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes Pacitan mengambil sampel air dari sejumlah sumber air warga di Kecamatan Sudimoro untuk diperiksa di laboratorium.
"Sampel air kami kirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya untuk pemeriksaan mikrobiologi, serta ke laboratorium di Jakarta untuk uji virologi," ujar Daru.
















































