jatim.jpnn.com, SURABAYA - Rektor Untag Surabaya Prof Dr Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa salah satu dosen Untag Semarang.
Prof Mulyanto yang juga menjabat Ketua Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinesia) menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi duka bersama seluruh keluarga besar Untag di Indonesia.
Menurutnya, meski pengelolaan yayasan di enam kampus Untag berbeda-beda, seluruhnya berada dalam satu semangat perjuangan yang sama, yakni membangun pendidikan nasionalis yang humanis, beretika, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
"Kami sangat berduka atas peristiwa ini. Di mana pun lokasinya, setiap dosen dan tenaga pendidik yang berada di bawah nama besar Untag adalah bagian dari keluarga besar kami. Tragedi ini menjadi luka bersama,” ucap Prof Mulyanto, Rabu (26/11).
Sebagai Ketua Pertinesia, dia menekankan pentingnya solidaritas antarkampus nasionalis dalam menghadapi peristiwa sensitif seperti ini.
Prof Mulyanto juga meminta seluruh pihak menghormati proses yang sedang berjalan dan berharap penanganan dilakukan secara profesional serta berkeadilan.
“Kami percaya setiap langkah penyelesaian harus mengedepankan transparansi, kebenaran, dan perlindungan terhadap martabat almarhumah serta keluarganya. Kami mendoakan keluarga diberi ketabahan dan Untag Semarang mendapat kekuatan menghadapi masa sulit ini,” ujarnya.
Prof Mulyanto mengajak seluruh perguruan tinggi nasionalis menjadikan kejadian ini sebagai pengingat pentingnya menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kehormatan tenaga pendidik sebagai pilar kemajuan bangsa.



















































