jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta cadangan migas nasional ditingkatkan hingga tiga bulan dari posisinya hari ini yang hanya 20 hari.
Menurut Eddy, setiap negara yang memiliki kebutuhan migas untuk menggerakkan perekonomian dalam negerinya memerlukan ketersediaan dan kehandalan pasokan agar berbagai sektor indusrtri, seperti pupuk, petrokimia dan transportasi bisa tetap beroperasi di saat kondisi geopolitik meruncing seperti saat ini.
"Karena Indonesia adalah net importer migas, saya sepakat dengan instruksi Presiden Prabowo agar cadangan strategis migas nasional ditingkatkan sampai dengan 90 hari," kata Eddy dalam keterangannya, Jumat (6/3).
Menurut Eddy, penguatan ketahanan cadangan migas menjadi sangat penting di saat pasokan migas dunia terganggu akibat perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah.
Eddy menjelaskan saat ini tidak saja berbicara tentang availability of supply (ketersediaan pasokan), tetapi lebih dari itu reliability of supply (kehandalan pasokan).
"Tidak bisa dibayangkan jika cadangan migas saat ini terkuras habis dan kita belum mendapatkan pasokan tambahan. Mobilitas masyarakat dan kegiatan industri praktis terhenti. Mobil dan sepeda motor tidak bisa bergerak, pesawat udara diistirahatkan di badara dan kapal laut akan menumpuk di pelabuhan," ungkapnya.
Belum lagi industri yang membutuhkan minyak dan gas sebagai bahan bakunya, seperti pabrik pupuk, produsen plastik, petrokimia akan stop berproduksi.
"Oleh karenanya, kita harus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan volume cadangan strategis migas sesuai arahan Presiden Prabowo," ujar Eddy.



















































