jabar.jpnn.com, DEPOK - Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Air, Retno Marsudi, mengungkap perjalanan panjang di balik penetapan 27 Agustus sebagai Hari Danau Sedunia (HDS).
Retno menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Danau Sedunia 2026 yang digelar di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Kamis (27/8/2026).
Menurut Retno, penetapan Hari Danau Sedunia berawal dari komitmen global yang dibangun dalam ajang World Water Forum ke-10 pada Mei 2024.
Komitmen tersebut kemudian berlanjut hingga Sidang Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan 27 Agustus sebagai Hari Danau Sedunia.
Namun, bagi Retno, penetapan hari peringatan tersebut bukanlah tujuan akhir. Momentum itu harus dimanfaatkan untuk mendorong tindakan nyata dalam melindungi dan mengelola danau secara berkelanjutan.
“Yang ingin saya sampaikan adalah bukan hanya penetapan Hari Danau tersebut, tetapi bagaimana kita memaknainya, bagaimana kita take action untuk melindungi dan juga untuk mengelola secara berkelanjutan danau-danau ini,” ujar Retno.
Danau Jadi Bagian Penting Ketahanan Air
Retno menegaskan, danau memiliki posisi penting dalam kehidupan manusia karena menjadi salah satu sumber air.



















































