jpnn.com, BANDUNG - Manajemen RSUD Majalaya buka suara soal insiden pembunuhan yang terjadi di lingkungan rumah sakit pada Sabtu (3/1/2025) malam.
Diketahui, pelaku dan korban ialah petugas kebersihan atau cleaning service. Aksi ini dipicu masalah utang piutang.
Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya Agus Heri Zukari mengatakan, pelaku yakni R alias SA (43 tahun) dan korban, Fikri Ardiansyah (24 tahun), bukanlah karyawan organik rumah sakit.
Keduanya adalah pegawai outsourcing yang bertugas di area fasilitas kesehatan itu.
"Kejadian kemarin itu bukan melibatkan karyawan rumah sakit, melainkan petugas dari pihak ketiga sebagai penyedia jasa. Secara teknis, pembinaan, monitoring, dan pertanggungjawaban administratif karyawan tidak di bawah kami," kata Agus dalam konferensi pers di RSUD Majalaya, Senin (5/1).
Agus menjelaskan, posisi RSUD Majalaya dalam kerja sama ini hanyalah sebagai penerima manfaat layanan.
Oleh karena itu, otoritas pengawasan rumah sakit terbatas pada mutu hasil pekerjaan, seperti tingkat kebersihan dan keamanan fasilitas, bukan pada manajemen personalia individu karyawan pihak ketiga.
Menurut Agus, meski insiden tersebut terjadi di lingkungan rumah sakit, koordinasi langsung segera dilakukan dengan perusahaan penyedia jasa untuk langkah evaluasi.






















































