jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat jumlah rumah warga yang terdampak banjir bandang akibat luapan sungai pada Rabu (21/1) malam terus bertambah.
Hingga Minggu (25/1), total rumah terdampak mencapai 7.435 unit yang tersebar di enam kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Timbul Surjanto mengatakan penambahan data tersebut merupakan hasil asesmen lanjutan yang dilakukan tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di lapangan.
"Selain menangani pasca-banjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen ke lokasi terdampak banjir," kata Timbul.
Berdasarkan data terbaru, wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Banyuglugur dengan total 1.271 rumah terendam. Sebaran meliputi Desa Kalianget 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, serta Desa Tepos satu rumah.
Selain itu, dampak terbesar juga terjadi di Kecamatan Besuki dengan total 5.414 rumah terdampak, meliputi Desa Pesisir 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, dan Desa Bloro empat rumah.
Luapan air sungai juga menggenangi 113 rumah di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan. Sementara di Kecamatan Mlandingan tercatat 402 rumah terdampak yang tersebar di Desa Selomukti sebanyak 305 rumah dan Desa Mlandingan Kulon 97 rumah.
Selanjutnya di Desa Kendit, Kecamatan Kendit, terdapat 227 rumah terdampak dan di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng, tercatat delapan rumah terendam banjir.
















































