jpnn.com, JAKARTA - Halodoc, ekosistem layanan kesehatan digital memperkuat ekosistem kesehatan digital dari hulu ke hilir di ulang tahunnya ke-10.
Chief Operating Officer Halodoc Alfonsius Timboel menyampaikan pihaknya kini menghubungkan tiga pilar utama kesehatan pasien, tenaga kesehatan, dan mitra ekosistem, melalui rangkaian inovasi teknologi terbaru.
Seperti diketahui, sejak didirikan pada 2016, Halodoc telah berevolusi dari platform telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital terintegrasi yang menghubungkan jutaan masyarakat Indonesia dengan tenaga kesehatan berlisensi, apotek, laboratorium, fasilitas kesehatan dan mitra industri kesehatan lainnya.
Memasuki dekade berikutnya, Halodoc memperkenalkan inovasi besar HILDA sebagai asisten digital yang kini berkembang menjadi Halodoc on WhatsApp, dan layanan Family Care.
“Kami bersyukur dapat melayani jutaan masyarakat Indonesia. Milestone terbesar kami bukanlah peluncuran produk, tetapi momen ketika teknologi benar-benar membantu kehidupan masyarakat, termasuk saat pandemi COVID-19,” ungkap Alfons, dalam perayaan 10 tahun Halodoc, di Jakarta, Senin (25/5).
Alfons menegaskan Halodoc akan makin proaktif, personal, dan relevan untuk memenuhi kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah seiring berjalannya waktu.
Mendekatkan Layanan Kesehatan ke Pasien dan Keluarga
Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria mengatakan dalam kurun waktu singkat setelah diluncurkan pada 2025, HILDA mencatatkan hingga saat ini lebih dari 2 juta sesi interaksi pengguna.






















































