jateng.jpnn.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memilih mengambil jeda singkat seusai memimpin dua laga di ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Herdman ingin melakukan evaluasi menyeluruh dengan kepala dingin setelah melalui dua pertandingan berbeda hasil, yakni menang telak 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis dan kalah tipis 0-1 dari Bulgaria.
“Saya akan meninjau dua pertandingan ini dalam dua minggu ke depan. Saat ini emosi masih tinggi karena kami sangat ingin menang,” ujar Herdman, Rabu (1/4).
Pelatih asal Inggris itu mengaku sengaja menghindari analisis terburu-buru. Menurutnya, evaluasi yang matang hanya bisa dilakukan ketika situasi sudah lebih tenang.
“Saya tidak ingin terlalu banyak bicara saat masih emosional. Saya perlu mundur sejenak, melihat lagi dengan kepala dingin, dan memahami kekuatan tim ini,” katanya.
Meski gagal meraih hasil sempurna, Herdman melihat sejumlah sisi positif dari dua laga awalnya bersama skuad Garuda. Salah satunya adalah kemampuan tim beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan taktik.
Dalam waktu persiapan yang sangat singkat, timnas disebut mampu menjalankan dua sistem permainan berbeda.
“Kemampuan berpindah sistem dalam waktu singkat adalah hal yang sangat positif. Ini bisa jadi kekuatan besar kami di Asia,” ungkapnya.

















































