jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Polres Gunungkidul mendalami kasus pembakaran di gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Natah, Jalan Ngawen-
Nglipar, Kapanewon Nglipar, yang terjadi pada Selasa malam (18/8).
Polisi menyebut terduga pelaku pembakaran sekolah itu adalah kakak beradik yang masih di bawah umur.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Tri Hartanto mengungkapkan bahwa kedua pelaku masing-masing berusia 15 tahun dan 14 tahun.
Sang kakak sudah tidak bersekolah, sementara sang adik masih berstatus sebagai siswa aktif.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua pelaku nekat melancarkan aksinya karena merasa sakit hati dan mengaku pernah menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah tersebut.
"Pengakuan dari kedua pelaku anak ini, mereka mengaku pernah menjadi korban bullying beberapa waktu lalu. Namun, itu baru sebatas pengakuan dan masih akan kami tindak lanjuti lebih jauh," terang AKP Tri Hartanto.
Aksi pembakaran tersebut menyasar area dapur sekolah hingga menyebabkan kerusakan pada kusen, pintu kamar mandi, atap asbes, serta satu buah kasur.
Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk menyulut api, yaitu dua botol air mineral berisikan sisa solar, serta jerami dan kertas yang ditemukan di sekitar TKP sebagai penyerap bahan bakar.


















































