jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 183 tumbler milik penumpang tertinggal di kereta api maupun area stasiun wilayah Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang dalam kurun Januari hingga Juni 2026.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyebut angka tersebut menjadikan tumbler menduduki peringkat paling banyak barang tertinggal.
“Tumbler menjadi salah satu barang yang paling sering tertinggal, seiring meningkatnya kebiasaan masyarakat membawa botol minum pribadi dalam perjalanan,” kata Luqman, Jumat (10/7).
Luqman mengimbau penumpang agar lebih memperhatikan barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.
Selain tumbler, barang-barang lain yang tertinggal selama empat bulan terakhir, yaitu 160 tas, 80 gawai, 74 aksesoris dan 25 paket makanan. Ada pula jaket, topi, bantal, dompet, charger, dokumen, jam tangan, hingga berbagai barang pribadi lainnya.
“Secara keseluruhan, nilai estimasi dari 1.289 barang tertinggal tersebut mencapai sekitar Rp 820.336.000,” kataLuqman.
Dia menjelaskan setiap barang yang ditemukan oleh petugas akan langsung diamankan melalui sistem Lost and Found KAI. Seluruh barang didata secara detail, disimpan dengan baik, dan akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah dilakukan proses verifikasi kepemilikan.
Pihaknya juga mengimbau penumpang yang merasa kehilangan barang agar segera melapor kepada petugas stasiun, Polssuka, kondektur maupun petugas customer service agar proses penelusuran dan pengembalian barang dapat segera dilakukan.


















































