jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pempvo) Jawa Barat mencatatkakan kinerja terbaik dalam Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Hingga 2 Januari 2026, serapan belanja Pemprov Jawa Barat mencapai 93,40 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 84,47 persen dan menjadi yang tertinggi secara nasional.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat di posisi teratas dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia dalam realisasi belanja daerah.
Dari sisi pendapatan, kinerja keuangan Jawa Barat juga tergolong tinggi. Realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai 94,37 persen, mencerminkan pengelolaan fiskal yang relatif efektif dan seimbang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai tingginya penyerapan APBD menunjukkan anggaran daerah benar-benar dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan dan program prioritas pemerintah provinsi.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada jajaran pemerintah provinsi Jawa Barat yang sudah bekerja dengan baik dan mengikuti irama pembangunan kinerja saya yang cepat, tepat dan bermanfaat," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026).
Dedi menegaskan, percepatan pelaksanaan anggaran tetap diiringi dengan ketepatan alokasi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Tepat dalam alokasi cepat dalam pelaksanaan dan bermanfaat dalam hasil pembangunannya," tuturnya.



















































