jpnn.com, SINGAPURA - Musisi Singapura, Shye, merilis karya pertama pada 2026 lewat single yang berjudul Eclipse.
Lagu bernuansa indie-rock itu membahas tentang rasa sakit yang hadir saat mencintai seseorang yang belum tentu mencintai sepenuhnya.
Topik seputar keintiman yang bersifat tarik-ulur, ketidakpastian, dan kerinduan yang menohok dibahas oleh Shye dalam Eclipse.
Eclipse mengajak menjelajahi ruang perasaan yang hadir saat menyayangi seseorang dengan sepenuh hati, namun orang tersebut tidak memiliki perasaan yang sama. Gerhana menjadi penggambaran dari situasi ini, khususnya lewat lirik-lirik yang menceritakan tentang adanya kedekatan sebelum akhirnya merasa jauh kembali. Keraguan pun muncul.
Lagu tersebut pun berujung dengan adanya penerimaan, namun tetap dengan sebuah pertanyaan yang Shye bawakan dalam penggalan lirik.
Nuansa dream-pop dari band-band seperti Cocteau Twins dan The Cure terdengar sepanjang lagu Eclipse yang dibanjiri permainan gitar dan efek reverb.
Suasana hilang-timbul diwakili oleh permainan gitar pada lagu. Vokal Shye terdengar airy dan intim, dilapisi dengan harmoni-harmoni dan efek vokal yang terdengar jauh, namun membuat suasana semakin dekat.
Layaknya sebuah film bertema coming-of-age, Eclipse memadukan kesedihan dan kehangatan yang dapat hadir secara berdampingan, membuat rasa sakit hati terdengar indah.






















































