jatim.jpnn.com, SURABAYA - Siswa putri di Jawa Timur mencatat prestasi mencolok dalam penguasaan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Dari lebih dari 8.000 peserta program SMA Double Track, sekitar 60 persen di antaranya adalah perempuan.
Angka ini dinilai sebagai bukti bahwa remaja putri mampu menjadi kekuatan baru dalam bidang teknologi dan sains.
“Kami menemukan bahwa setelah empat tahun berjalan, remaja putri di Jatim benar-benar mampu menaklukkan bidang STEM,” ujar Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa Arie Rukmantara dalam kegiatan Demo Day SMA Double Track di Surabaya, Rabu (26/11).
Program SMA Double Track merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, UNICEF, dan Dinas Pendidikan Jatim.
Melalui program ini, siswa SMA dibekali keterampilan layaknya siswa SMK, terutama keahlian digital seperti coding, internet of things (IoT), pembuatan aplikasi, hingga robotika.
Menurut Arie, gelaran Demo Day menjadi momentum perayaan empat tahun kerja sama sekaligus pengakuan terhadap kemampuan remaja putri yang kini mampu menguasai teknologi tingkat lanjut.
Banyak peserta yang awalnya tidak akrab dengan perangkat digital, kini tampil sebagai inovator muda. Dalam pameran tersebut, siswa menampilkan karya-karya digital seperti aplikasi IoT, robotik, website, hingga produk perangkat lunak.
Semua karya tersebut merupakan hasil pengembangan siswa-siswi SMA dari berbagai daerah di Jawa Timur.



















































