Soal Yaqut Jadi Tahanan Rumah, LIMA: Sinyal Pelemahan KPK Dari Dalam

9 hours ago 20

 Sinyal Pelemahan KPK Dari Dalam

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menyebut pengalihan status tahanan terhadap eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai langkah pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari internal.

"Langkah KPK mengalihkan tahanan negara ke tahanan rumah memberi sinyal bagi pelemahan KPK dari dalam," kata Ray melalui layanan pesan, Senin (23/3).

Diketahui, KPK mengalihkan status Yaqut dari tahanan rutan menjadi rumah setelah ada permohonan dari pihak keluarga.

Ray menyebut keputusan KPK mengalihkan status tahanan Yaqut bisa menjadi bumerang dalam upaya pemberantasan korupsi. 

Aktivis Barisan Oposisi Indonesia (BOI) itu menuturkan besar kemungkinan para tersangka kasus rasuah lain mengajukan pengalihan tahanan. 

"Maka, demi kesamaan dan keadilan hukum, KPK harus mengabulkannya," tutur Ray.

Oleh karena itu, dia berharap KPK membatalkan pengalihan tahanan rutan ke rumah bagi Yaqut apabila alasan utama tak jelas.

"Batalkan pengalihan penahanan rumah tersangka kasus korupsi bila alasan utamanya hanyalah karena permintaan keluarga," ujar Ray.

Direktur LIMA Ray Rangkuti berharap KPK membatalkan pengalihan tahanan rutan ke rumah bagi eks Menag Yaqut Cholil apabila alasan tak jelas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |