jpnn.com, JAKARTA - Direktur penyedia layanan mediasi dan negosiasi utang profesional Huskee, Santoso memperingatkan kondisi gagal bayar (galbay) bisa membahayakan debitur.
Terutama, bagi debitur yang terjebak dalam pola manajemen utang 'gali lubang tutup lubang'.
Meskipun berisiko tinggi, Santoso menilai persoalan galbay bukan berarti tidak memiliki jalan keluar bagi para debitur yang sedang mengalami kesulitan finansial.
Menurut Santoso, peran mediator profesional sangat krusial dalam menjembatani kebutuhan kedua belah pihak.
Oleh karena itu, Huskee hadir sebagai pelopor yang membantu debitur membuka ruang negosiasi yang lebih proporsional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Huskee menawarkan solusi penyelesaian utang yang efektif melalui pendekatan komunikasi terstruktur, seperti restrukturisasi pembayaran, penyesuaian tenor, hingga negosiasi ulang denda.
Melalui mekanisme yang legal dan transparan, Santoso memastikan proses mediasi di bawah naungannya tetap terjaga sesuai prinsip perlindungan konsumen.
"Galbay justru bisa diatasi dengan bantuan profesional yang dapat mencarikan keringanan dan titik tengah, supaya debitur bisa menyelesaikan utangnya sesuai kemampuan bayar, sekaligus kreditur tetap mendapat kejelasan pembayaran untuk memulihkan portofolio kreditnya," kata Santoso, dikutip Selasa (3/3).




















































