jatim.jpnn.com, JEMBER - Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember tetap aman meski satu SPBU disegel aparat kepolisian.
Pasokan BBM dari SPBU 54.681.11 di Jalan Teuku Umar yang disegel akan dialihkan ke SPBU terdekat agar stok bahan bakar tetap terjaga menjelang Lebaran 2026.
SPBU tersebut sebelumnya disegel oleh Polres Jember karena diduga melakukan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar pada Sabtu (14/3).
"Selama proses penanganan oleh aparat penegak hukum berjalan, kami memastikan pasokan BBM di wilayah sekitar tetap terjaga, terutama menjelang Lebaran," kata Wahyudi dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).
Menurut dia, alokasi kuota dari SPBU yang disegel akan dipindahkan ke SPBU sekitar agar masyarakat tetap bisa memperoleh BBM tanpa hambatan.
"Alokasi kuota akan dipindahkan ke SPBU sekitar yang terdekat agar masyarakat dapat membeli BBM subsidi. Masyarakat tidak perlu panik dan tetap dapat membeli BBM subsidi sesuai kebutuhan yang difasilitasi SPBU sekitar tersebut, ujarnya.
Wahyudi menjelaskan rata-rata pengiriman BBM di SPBU tersebut sekitar 16.000 liter per hari. Namun, jumlah penyaluran atau thruput penjualan tercatat mencapai 22.000 liter per hari.
Transaksi tersebut didominasi penggunaan surat rekomendasi atas nama sektor konsumen pengguna.
















































