jateng.jpnn.com, SEMARANG - Hingga kini, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) warga Magelang yang mendaki Gunung Slamet via Pos Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah belum ditemukan. Syafiq dilaporkan hilang pada Sabtu (27/12/2025).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Andri Adi mengatakan pencarian Syafiq di Gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memasuki hari kelima ini belum ada-ada tanda keberadaan.
“Perkiraannya survivor bawa bekal cukup hanya untuk dua hari. Jadi kemungkinan sudah kehabisan bekal sekarang,” ujar Andri.
Kini pihaknya menambah jumlah personel pencarian dan memperluas area pencarian ke sejumlah jalur potensial. Tim tidak hanya bergerak dari jalur Dipajaya, tetapi juga dari jalur lain di sekitar Gunung Slamet.
“Personel sudah lebih dari 70 orang. Ada tim dari Magelang. Ada juga tim yang diberangkatkan melalui Jalur Bambangan, Purbalingga, karena kemungkinan posisi korban bergeser ke wilayah Purbalingga,” ujarnya.
Meski demikian, hingga kini tim gabungan belum menemukan petunjuk keberadaan Syafiq. Upaya pencarian dengan metode pemanggilan suara maupun penyisiran menggunakan cahaya juga belum membuahkan hasil.
“Yang kami khawatirkan jika terjadi kecelakaan. Karena sampai sekarang belum terlihat tanda-tandanya. Sudah dilacak menggunakan cahaya maupun suara, tetapi belum ditemukan,” kata Andri.
Menurutnya, cuaca buruk dan kondisi geografis Gunung Slamet menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Medan yang terjal, vegetasi yang lebat, serta kabut tebal menyulitkan pergerakan tim di lapangan.



















































