bali.jpnn.com, DENPASAR - Suporter Bali United mulai gerah dengan rentetan kekalahan yang dialami Bali United pada awal putaran kedua Super League 2025-2026.
Bagi suporter, belanja gila-gilaan Bali United musim ini dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang, masih belum sesuai ekspektasi.
Hasil buruk saat kalah dari Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, menjadi penyebabnya.
Versi suporter, kekalahan beruntun yang dialami Bali United murni karena pelatih Bali United Johnny Jansen tidak peka melihat skema permainan.
Taktik mantan pelatih PEC Zwolle yang mengedepankan penguasaan bola dan garis pertahanan tinggi sering menjadi bumerang bagi Bali United.
Masalahnya, pemain Bali United sering gagap atau telat melakukan trackback saat kehilangan bola di wilayah lawan.
Lini tengah sering kebingungan karena terlanjur dikunci pemain lawan, seperti tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Dampaknya, pemain lawan yang memiliki winger cepat sering berhasil mengeksploitasi ruang kosong di belakang bek sayap Bali United yang naik membantu serangan.














































