jatim.jpnn.com, TRENGGALEK - Satu rumah warga di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek rusak parah akibat pergerakan tanah. Sebanyak tiga rumah lainnya kini masuk zona waspada longsor.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terparah terjadi pada rumah milik Bari (72). Tanah di bawah bangunan itu bergeser hingga sekitar 30 sentimeter, membuat pondasi ambles dan berlubang.
Bagian teras, kamar, hingga dasar rumah terlihat terbelah. Sebagian sisi bangunan hanya ditopang tumpukan batu sebagai penyangga darurat.
"Retakan sudah ada tiga tahun lalu, tapi makin parah Rabu (12/11) sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan deras," kata Bari.
Meski kondisi rumah membahayakan, Bari tetap bertahan di rumah tersebut bersama istri, anak, menantu, dan cucunya. Setiap hujan turun, mereka berpindah ke bagian rumah yang dianggap lebih aman.
“Kami tetap bertahan. Kalau hujan, kami menghindar ke tempat yang kira-kira aman," ujarnya.
Kepala Desa Jombok Nur Salam mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan sembako kepada keluarga Bari.
Pemdes juga berkali-kali membujuk mereka untuk mengungsi, tetapi selalu ditolak karena tidak punya tempat tinggal lain.



















































