Tanah Gerak di Blora, BBWS Pemali Juana Susun Desain Penanganan Darurat

3 hours ago 18

Selasa, 13 Januari 2026 – 03:00 WIB

Tanah Gerak di Blora, BBWS Pemali Juana Susun Desain Penanganan Darurat - JPNN.com Jateng

Warga Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, menambal dan mengganjal fondasi menggunakan kayu bekas akibat tanah bergerak. ANTARA/Gunawan

jateng.jpnn.com, BLORA - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana masih melakukan pengukuran topografi sekaligus menyusun desain penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak fenomena tanah gerak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pelaksana Teknis BBWS Pemali Juana Agus Yanto mengatakan pengukuran dilakukan di dua lokasi utama, yakni Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, serta Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan.

“Saat ini masih dilakukan pengukuran topografi dan penyusunan desain penanganan darurat. Hasil kajian ini nantinya menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” ujar Agus di Blora, Senin (12/1).

Menurutnya, penanganan darurat difokuskan pada pengendalian aliran dan rembesan air, terutama di titik-titik yang berdekatan dengan alur sungai dan permukiman warga. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya pergerakan tanah.

Selain itu, BBWS Pemali Juana bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, serta instansi terkait lainnya juga melakukan pengecekan kondisi lereng, sistem drainase, hingga potensi dampak terhadap infrastruktur di sekitar lokasi terdampak.

Fenomena tanah gerak di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, terjadi pada Senin (22/12/2025). Peristiwa tersebut menyebabkan penurunan tanah sekitar 50-70 sentimeter dengan panjang rekahan mencapai kurang lebih 200 meter. Akibatnya, tiga rumah warga dilaporkan mengalami rusak sedang.

Sementara itu, pergerakan tanah juga terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, pada Jumat (2/1). Penurunan tanah tercatat sedalam 15-30 sentimeter dengan panjang rekahan sekitar 100 meter. Dua rumah warga mengalami rusak sedang, sementara tiga rumah lainnya dilaporkan dalam kondisi terancam.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Blora, Surat, menyampaikan penanganan awal direncanakan melalui pembangunan bronjong atau turap di tepi sungai serta perbaikan sistem drainase.

BBWS Pemali Juana masih menyusun desain penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak fenomena tanah gerak di Blora.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |