jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN Viva Yoga Mauladi menyebut setiap warga bebas berbicara di negara demokrasi, termasuk mengungkap insting hingga asumsi seperti disampaikan Ketua Umum (Ketum) ProJo Budi Arie Setiadi.
"Memprediksi kondisi berdasarkan insting politik tidaklah dilarang. Pak Budi Arie berusaha membangun opini publik juga boleh saja," kata dia kepada awak media, Rabu (26/8).
Diketahui, Budi Arie dalam video yang beredar mengungkapkan insting politik terkait percepatan pemilu dari jadwal pada 2029.
Menurut Viva Yoga, negara pada dasarnya tidak bisa dikelola berdasarkan insting, melainkan mengacu konstitusi, mandat rakyat, dan indikator kinerja secara objektif.
"Insting politik berbeda dengan fakta konstitusi. Spekulasi politik berbeda dengan realitas politik. Jangan setiap riak sosial dibaca sebagai patahan sejarah. Kritik harus dijawab dengan perbaikan kebijakan, bukan dengan spekulasi politik," kata dia.
Viva Yoga mengatakan PAN merasa tidak tepat berkesimpulan Indonesia sekarang sedang menuju situasi seperti 1998.
Menurutnya, ketika saat ini terjadi demonstrasi, masyarakat resah dalam sisi ekonomi, atau munculnya ketidakpuasan publik, tidak otomatis dianggap Indonesia menuju krisis seperti 1998.
"Tahun 1998 pemerintahan mengalami penyakit komplikasi yang berat, di antaranya terjadi krisis finansial Asia, kontraksi ekonomi yang sangat dalam, inflasi tinggi, adanya tekanan sosial dan ketegangan politik, serta krisis kepercayaan terhadap pemerintahan," ujarnya.






















































