jabar.jpnn.com, CIANJUR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat realisasi retribusi dari sejumlah objek wisata yang dikelola pemerintah daerah baru mencapai sekitar Rp1 miliar pada 2026.
Angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp3 miliar.
Untuk mengejar target tersebut, Disbudpar Cianjur menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari meningkatkan promosi destinasi wisata melalui media sosial hingga melakukan pembenahan sarana dan prasarana di sejumlah objek wisata.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur Yudha Azwar mengatakan berbagai upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya menjelang akhir tahun.
"Pemerintah daerah juga melakukan revitalisasi di sejumlah objek wisata, salah satunya di kawasan Kampung Budaya Padi Pandanwangi di Kecamatan Warungkondang, sehingga dapat meningkatkan angka kunjungan, terutama saat akhir pekan," kata Yudha di Cianjur, Rabu (26/8/2026).
Selain Kampung Budaya Padi Pandanwangi, pembenahan juga dilakukan di sejumlah destinasi lain yang dikelola pemerintah daerah, termasuk kawasan Pantai Selatan Cianjur dan Waduk Jangari di Kecamatan Cikalongkulon.
Menurut Yudha, peningkatan kualitas sarana dan prasarana di destinasi wisata diharapkan dapat memperkuat daya tarik objek wisata sekaligus mendorong peningkatan jumlah kunjungan.
Disbudpar Cianjur tetap berupaya mengejar target retribusi hingga akhir tahun. Namun, pemerintah daerah berencana melakukan penyesuaian target, terutama untuk kawasan wisata Cibodas.



















































