jpnn.com, JAKARTA - Inovasi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia merawat dan mempelajari bahasanya.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang kini tersedia dalam bentuk daring (online) dan aplikasi mobile, telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan lebih dari 300 juta kali pencarian hingga Juni 2025.
"Angka ini membuktikan bahwa upaya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendigitalkan kamus utama negara itu berhasil menjawab kebutuhan zaman," kata Kepala Badan Bahasa, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin dalam taklimat media di kantor Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Jumat (23/1).
Dia menegaskan, KBBI Daring, yang diluncurkan pertama kali pada 2016, bukan sekadar alih media dari versi cetak.
Inovasinya terletak pada sistem pencarian real-time yang terintegrasi dengan informasi lengkap.
Pengguna tidak hanya mendapatkan definisi, tetapi juga etimologi (asal-usul kata), pelafalan audio, serta label ragam bahasa (seperti cakapan, arkais, atau ilmiah).
"Fitur ini membantu pemahaman konteks penggunaan kata secara komprehensif," kata Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa, Dora Amalia.
Salah satu contoh inovasi kontekstual adalah entri untuk kata 'pansos' (panjat sosial).






















































