Telah Diakses 300 Juta Kali, KBBI Daring jadi Inovasi Merawat Bahasa di Era Digital

2 hours ago 17

Telah Diakses 300 Juta Kali, KBBI Daring jadi Inovasi Merawat Bahasa di Era Digital

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Badan Bahasa, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin (kedua dari kiri) dalam taklimat media di kantor Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Jumat (23/1). Foto Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Inovasi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia merawat dan mempelajari bahasanya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang kini tersedia dalam bentuk daring (online) dan aplikasi mobile, telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan lebih dari 300 juta kali pencarian hingga Juni 2025.

"Angka ini membuktikan bahwa upaya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendigitalkan kamus utama negara itu berhasil menjawab kebutuhan zaman," kata Kepala Badan Bahasa, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin dalam taklimat media di kantor Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Jumat (23/1).

Dia menegaskan, KBBI Daring, yang diluncurkan pertama kali pada 2016, bukan sekadar alih media dari versi cetak.

Inovasinya terletak pada sistem pencarian real-time yang terintegrasi dengan informasi lengkap.

Pengguna tidak hanya mendapatkan definisi, tetapi juga etimologi (asal-usul kata), pelafalan audio, serta label ragam bahasa (seperti cakapan, arkais, atau ilmiah). 

"Fitur ini membantu pemahaman konteks penggunaan kata secara komprehensif," kata Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa, Dora Amalia.

Salah satu contoh inovasi kontekstual adalah entri untuk kata 'pansos' (panjat sosial).

Telah diakses 300 juta kali, KBBI daring jadi inovasi merawat bahasa di era digital. Simak selengkapnya di sini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |