jpnn.com, PELALAWAN - Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) menggelar Temu Ilmiah III dalam Dies Natalis ke-10 di Auditorium Lantai III Kantor Bupati Pelalawan, baru-baru ini.
Forum tersebut menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku industri membahas strategi memperkuat daya saing industri kelapa sawit melalui inovasi, hilirisasi, dan teknologi berkelanjutan.
Mengusung tema "Advancing the Palm Oil Industry: Smart and Sustainable Technologies for Downstream Innovation and Industrial Challenges", kegiatan itu menghadirkan pembicara dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Nigeria.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Mohammad Alfansyah, turut memberikan arahan secara daring.
Rektor ITP2I Prof. Tengku Dahril mengatakan kampus yang dipimpinnya terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan riset untuk mendukung kemajuan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit.
Menurutnya, hingga kini ITP2I telah meluluskan 192 alumni yang bekerja di berbagai sektor industri perkebunan, sementara 628 mahasiswa masih menempuh pendidikan. Kampus juga menargetkan seluruh dosennya berkualifikasi doktor guna meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi.
"Kami terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ke depan seluruh dosen ITP2I ditargetkan memiliki kualifikasi doktor sehingga mampu menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan solusi bagi pengembangan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit," ujar Tengku Dahril.
Mewakili Bupati Pelalawan, Asisten III Setdakab Pelalawan Mayhendri mengatakan daerahnya memiliki potensi besar di sektor perkebunan sawit sehingga membutuhkan dukungan riset dan teknologi agar mampu bersaing di tingkat global.





















































