jpnn.com - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus diteror dengan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam sekitar pukul 23.00 wib. Andrie dikabarkan mengalami luka bakar 24 persen di bagian wajah dan sedang dioperasi bagian mata.
Presiden Prabowo Subianto pun sudah memerintahkan Kapolri Listyo Sigit untuk mengusut tuntas secara profesional dan transparan terkait kasus teror terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut. Perintah presiden itu pun dibenarkan Kapolri Listyo Sigit saat meninjau arus mudik di Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu (15/3/2026) siang.
Direktur Eksekutif GREAT Institute Dr. Sudarto mendesak Polri untuk melakukan investigasi secara cepat karena hal tersebut merupakan perintah langsung Presiden.
"Apalagi beberapa anggota Kabinet Merah Putih seperti Menteri HAM Natalius Pigai telah mengecam langsung kejadian tersebut, bahkan Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengatakan bahwa aksi teror terhadap aktivis HAM ini bisa mengganggu posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB," ungkap Sudarto dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026)
Sudarto menegaskan, penyelidikan atas kasus ini tidak hanya bertujuan memenuhi hak korban yang merupakan aktivis HAM untuk bisa menyampaikan aspirasinya secara bebas dan dijamin konstitusi, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Itu karena beredar narasi di media sosial yang menuduh keterlibatan negara dalam kasus teror ini.
GREAT Institute juga mengajak seluruh masyarakat, terutama yang berseberangan dengan kebijakan Pemerintahan Prabowo untuk tetap tenang dan tidak menuduh langsung keterlibatan negara dalam kasus ini. (esy/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?




















































