jpnn.com, BERAU - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu (26/8) kemarin.
Eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu mengaku datang langsung ke lokasi demi memastikan kasus karhutla tak berdampak ke masyarakathabitat orang utan.
"Jangan sampai berdampak negatif terhadap satwa liar, terutama orang utan yang menjadi kebanggaan Kaltim, Berau, bahkan dunia,” kata Menhut dalam siaran persnya, Kamis (27/8).
Raja Juli mengatakan pemerintah saat ini terus berupaya mengantisipasi, mencegah, dan melakukan pemadaman karhutla.
Menurutnya, kondisi cuaca tahun ini menjadi perhatian serius, karena El Nino datang lebih cepat dengan skala kuat menurut BMKG.
"Kami tahu bahwa Karhutla yang terjadi pada tahun ini karena perubahan iklim yang luar biasa. Biasanya El Nino itu datangnya empat tahun sekali, yang paling kita catat itu 2015, lompat empat tahun 2019, lalu 2023. Mestinya baru tahun depan El Nino ini datang, tetapi perubahan iklim itu riil,” ujarnya.
Dia menegaskan perlindungan masyarakat dan satwa liar menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla.
Selain mencegah dampak terhadap kesehatan masyarakat, kawasan yang menjadi habitat satwa liar juga perlu dijaga agar tidak terdampak kebakaran.






















































