jakarta.jpnn.com - Pengembangan kawasan Toba Caldera Resort menunjukkan kemajuan cukup signifikan.
Direksi Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mengatakan pengembangan destinasi berskala besar, seperti Danau Toba, membutuhkan kesiapan yang menyeluruh.
“Pembangunan destinasi tidak bisa hanya diukur dari percepatan investasi jangka pendek. Infrastruktur, regulasi kerja sama, kesiapan masyarakat, serta positioning destinasi menjadi kunci,” ujar Direktur Pemasaran BPODT Wahyu Dito, Kamis (30/4).
Menurut Wahyu, dari sisi investasi, sejumlah komitmen telah berjalan meski sebagian masih dalam perencanaan.
Beberapa investor yang terlibat antara lain Labersa Group, Agung Concern Group, Tobanta Nauli Indah, Dunia Outbond, serta NIMO Group.
Selain itu, investasi di sektor pendukung seperti amenitas, penginapan, dan ekosistem pariwisata lokal mulai tumbuh secara bertahap.
"Salah satu kendala utama di lapangan ialah terbatasnya jangka waktu kerja sama investasi yang saat ini hanya Bangun Guna Serah 30 tahun. Hal ini dinilai menjadi tantangan dalam menarik investor", ungkapnya.
Plt Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra mengatakan pihaknya telah mengusulkan revisi regulasi yang dinilai menghambat tersebut. Kajian akademis penyempurnaan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 202 tahun 2022 telah diserahkan oleh Direktur Utama BPODT kepada Menteri Keuangan pada 3 Desember 2025 dan mendapat respons positif.


















































