jpnn.com, JAKARTA - Pemanfaatan toksin botulinum dalam dunia estetika medis terus berkembang. Di mana, teknologi tersebut kini digunakan membantu memperbaiki kontur wajah dan meningkatkan kualitas kulit melalui teknik injeksi lebih presisi.
Perkembangan tersebut diperkenalkan dalam program Korean Faculty Training Series, yang diselenggarakan Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama CGBIO di Eudora Clinic, Jakarta.
Pakar estetika asal Korea Selatan, dr. Chang Doo Yeoul, memperkenalkan dua pendekatan berbasis botulinum toksin, yakni NABOlift dan NABOglow kepada dokter estetika medis Indonesia.
Dari keterangan dr. Chang, diketahui bahwa penggunaan botulinum toksin saat ini telah berkembang jauh dibandingkan beberapa tahun lalu.
Dengan pemahaman anatomi yang baik dan teknik injeksi yang tepat, prosedur dapat menghasilkan efek yang lebih alami tanpa menghilangkan ekspresi wajah pasien.
"Botulinum toksin bukan hanya digunakan untuk mengurangi kerutan. Teknik yang tepat dapat membantu memberikan efek lifting yang natural sekaligus meningkatkan kualitas kulit," ujar dr. Chang saat ditemui JPNN.com di Eudora Eudora Clinic, Kamis (9/7).
NABOlift merupakan protokol yang dirancang untuk membantu menciptakan efek lifting ringan melalui relaksasi otot-otot tertentu sehingga kontur wajah tampak lebih terangkat secara alami.
Sementara itu, NABOglow menggunakan teknik injeksi intradermal dosis kecil yang ditujukan untuk membantu memperhalus tekstur kulit, mengurangi produksi minyak, mengecilkan tampilan pori, dan memberikan efek kulit yang tampak lebih cerah.





















































